Bab 24

2699 Kata

Jarum jam yang berdetak seolah mengisi sunyi senyap yang tercipta di ruangan itu, private room di sebuah restoran ternama yang disewa Asa secara langsung. Sebenarnya ini adalah milik keluarganya, dan dia memilih tempat ini karena dirasa menjadi tempat paling aman untuk berbicara. Dia tak sendirian, ada Biru menemaninya, lebih tepatnya terpaksa menemaninya. Ruangan dengan nuansa putih itu terlihat begitu sejuk dengan taman kecil yang bisa mereka lihat dari jendela besar di ujung ruangan, ada beberapa pot pohon bonsai yang ditata sedemikian cantik. Sebuah meja persegi panjang berada di pojok ruangan dengan sofa yang mengitari setengah bagiannya. Beberapa makanan dan minuman telah tersaji, tetapi belum terjamah sama sekali. "Sebenarnya kita di sini mau ngapain sih, Mas?" tanya Biru sambil b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN