Bab 23

1987 Kata

Sepatu converse warna putih ber-list abu-abu itu beradu dengan jalanan, Langit berusaha berlari sekencang mungkin untuk bisa menyamai langkah Cinta yang terlebih dulu meninggalkannya. "Cinta!" panggilnya, setelah sudah sejajar dengan gadis yang tengah menunduk itu. "Kok mendadak pergi, sih? Ada apa?" Cinta berusaha untuk mempercepat langkah kakinya, membuat Langit dengan terpaksa menyekal tangan mungil itu. "Jangan pegang-pegang, Lang." Gadis itu menyentak tangan Langit, ada isakan disela kata yang terucap dari bibirnya. Kerutan di dahi Langit semakin dalam. "Lo kenapa?" Diam, tak ada jawaban. Cinta berusaha menghapus air matanya sesekali, dan mengigit bibirnya agar tidak mengeluarkan suara. "Tunggu, tunggu, tunggu. Lo nangis?" Mata Langit membulat, punggungnya merunduk, mencoba mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN