" Maukah kamu menikah denganku, Cinta Permatasari." Kepala Cinta mengggeleng pelan. Dia benar-benar tak salah dengar, kan? Mengetahui Langit menyukainya saja masih tak ia percayai, dan sekarang lelaki itu malah melamarnya? Sebenarnya apa yang terjadi pada otak lelaki di hadapannya ini? Dia tidak baru saja terbentur, kan? "Cin?" Netra Langit seolah mengusik gadis itu, memaksanya untuk segera berpijak pada dunia nyata. Ya, dia sedang tidak bermimpi sekarang dan dia harus menyadari hal itu. Untuk sekejap, Cinta mengerjapkan kedua matanya. Dihirupnya udara sekitar secara serakah, berusaha untuk menenangkan hatinya sendiri hingga akhirnya ia berucap, "Kamu nggak lagi becanda kan, Lang?" "Nggak, nggak sama sekali. Aku serius sama kamu." Oh, dengarlah. Sejak kapan lelaki itu menggunakan kata

