[Nadia Andira POV] Aku berlari menuju kamar Cinta dan membongkar-bongkar isi lemarinya, "Cinta... Hijab mana hijab?" Cinta menatapku bingung, "Tumben mau pake kerudung, ada angin apa?" "Biasa, tugas negara. Anak padus lagi ngisi acara pengajian jurusan," jawabku menjelaskan. "Mana kerudungnya?" Aku menghentakkan satu kakiku tak sabaran. "Haduh... nggak sabaran banget nih bocah, di laci kedua itu lho, Di." Aku langsung membuka isi laci yang dimaksud, dan taraaaa memang banyak hijab beraneka macam warna di sana. Aku memilih warna hitam sesuai dengan kemeja yang aku kenakan saat ini. "Gue pinjem ini, ya." Aku mengacungkan hijab itu di udara agar Cinta bisa melihatnya. Sekilas aku melihat dengan ekor mataku ia mengangguk dan masih bergeming dengan aktivitasnya. Aku berdecak kesal. "Udah

