Ingatan Yang Kembali

944 Kata

"Kepalanya masih pusing?" Tifa menggeleng. Ditolehkan kepala ke arah Iko di sampingnya. Sendok dalam genggaman tak juga dilepas. Bahkan masih sibuk bergerak, memindahkan isi ronde ke mulutnya. "Tadi ngobrol apa sama Papa?" Iko menggeleng. Ditegakkan punggungnya yang tadi bersandar. "Bukan apa-apa. Cuma obrolan sebagai tamu yang singgah aja." Tifa tak lagi bertanya. Ia segera menghabiskan ronde dalam mangkuknya. Melihat mangkuk milik Iko sudah habis. Menyisakan sedikit kuah santan beberapa suapan. "Biar sok akrab gitu ya?" "Iya. Latihan sama calon mertua. Eh?" Tifa terkikik geli dengan nada menggoda Iko. "Memangnya kamu udah siap jadi menantu?" tantang Tifa. Mengedipkan mata. "Tergantung kamu. Kapan siapnya jadi istriku." Kemudian hening. Tifa menaruh sendok bebek di meja. Dihelanya n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN