Happy reading ^_^ Kekesalan, amarah dan emosi sudah menguar menyelimuti dirinya. Batas kesabarannya sebentar lagi akan habis. Sementara gadis yang berdiri tepat didepan Niko saat ini sudah mematung dengan memasang wajah pias, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar barusan. "Maaf.. kalau misalkan lo nggak suka denger gue ngomong kayak gini. tapi disini gue cuman ingin, supaya lo tau bagaimana perasaan gue selama ini sama lo, itu aja." Kedua netra Dara mengerjap beberapa saat, berbarengan dengan senyum paksa dibibir mungilnya. Gadis itu mulai berbicara. "Kak Niko... bukannya kakak tau, kalau selama ini gue tuh udah anggap kak Niko sebagai kakak kandung sendiri. Nggak lebih. Kak Niko ngerti itu kan?" "Ya, gue ngerti. Tapi... gue udah terlanjur sayang sama lo Ra, gue cinta sam

