Pagi hari, pukul 06.30 Daren terlihat menuruni anak tangga dengan keadaan yag sudah rapi, mengenakan seragam sekolah lengkap dengan sebuah tas hitam yang ia sandang di bahunya. Saat sudah sampai di lantai bawah, ia melihat kedua orang tuanya sudah berada di ruang makan tengah memakan sarapan paginya. "Pagi mah, pah.." sapa Daren dengan raut wajah berseri-seri. Ia lalu menghampiri kedua orang tuanya itu, dan memberinya sebuah ciuman selamat pagi di pipi kiri dan kanan mereka secara bergantian. Kedua orang tuanya sampai bingung melihat raut wajah anaknya yang berseri-seri dan terlihat sangat bahagia ini. Apalagi dengan melakukan cipika cipiki, karena biasanya Daren tidak pernah melakukan sapaan selamat pagi dengan cara seperti itu pada kedua orang tuanya. "Ada apaan sih, kok kelihatann

