Dara yang saat ini berada di boncengan motor Daren, tak henti-hentinya meminta agar lelaki itu menghentikan laju motornya, dan menurunkannya sekarang juga. Walaupun beberapa saat tadi ia sempat bersyukur akan kedatangan Daren yang tiba=tiba menyelamatkannya dari para cowok pengganggu itu, tapi tetap saja, rasa kesalnya terhadap Daren atas sikap dinginnya saat disekolah, sama sekali belum bisa ia maafkan. Apalagi Dara masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana sikap Daren saat Yola menciumnya di pipi, di kelasnya pagi tadi. Bagaimana bisa Dara melupakannya semudah itu? Tentu saja tidak. "Daren, berhentiin motornya, aku mau turun disini!" kata Dara dengan nada kesal, sedikit berteriak. Pasalnya sudah sedari tadi ia mengatakan hal yang sama, tapi Daren sama sekali tidak merespon sedikit

