39

2005 Kata

Dara melepas pelukannya, untuk mengambil ponsel di saku bajunya. Saat ia melihat nama si pemanggil yang tertera di layar ponselnya, gadis itu terdiam ragu, antara mengangkatnya atau tidak. Daren yang melihat hal itu, lantas bertanya ingin tahu. "siapa Ra?" "kak Ray.." jawab Dara dengan suara sedikit bergetar takut. "kenapa nggak diangkat?" "aku bingung mesti jelasinnya gimana ke kak Ray. kalau kak Ray marah waktu tau sekarang aku lagi sama kamu, gimana?" Daren menghela napas panjang sejenak. "udah.. angkat aja. Kamu bilang aja yang sebenarnya." "ta-tapi kan---" ucapan Dara dengan cepat di potong oleh Daren. "Ra, udah nggak usah banyak tapi-tapian. Lagipula kaki kamu juga perlu diobatin kan?" Dara terdiam, seolah membenarkan apa kata Daren barusan. Ia akhirnya dengan ragu mengangkat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN