40

2020 Kata

Kedua iris mata Ray menatap lurus ke arah sebuah bingkai foto yang baru saja ia ambil dari dalam meja nakas di kamarnya. Seorang perempuan cantik dengan sebuah senyuman merekah indah di foto tersebut, nampak seolah tengah menatapnya. Ray memandangi foto tersebut dengan raut wajah sendunya. "Gue kangen sama lo, Nin.." tangan Ray terulur, merabai bingkai kaca foto di tangannya saat ini. Bahkan kedua netranya kini sudah berkaca-kaca, seolah ia sudah tidak tahan lagi ingin menjatuhkan bulir air matanya. Kejadian tragis tentang bagaimana Nina meninggal, kembali terulang lagi di benaknya. Cinta pertamanya itu kini memang telah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Tapi sampai detik ini, Ray masih saja belum bisa melupakan gadis itu. Ini benar-benar sulit baginya. Apalagi hingga saat ini, p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN