70

2460 Kata

Ekspresi Ray berubah cepat, dengan kedua bola mata membelalak kaget atas apa yang dilihatnya saat ini. Tubuhnya bahkan sampai kaku tak bisa bergerak saking terkejutnya. Lidahnya terasa keluh tak dapat berkata-kata. Kedua netranya kembali memanas bersiap kembali menjatuhkan bulir-bulir yang sempat mengering, karena terlalu tak mempercayai atas apa yang dilihatnya saat ini. Sampai akhirnya ia bisa mengucapkan satu nama yang sedari tadi begitu sulit ia lontarkan. "Ni-Nina..." cetusnya, dengan nada tergagap tak percaya. "Ka-kamu masih hidup??" Gadis didepannya itu hanya diam dengan wajah mulai ketakutan, saat melihat lelaki yang tiba-tiba berada di depannya saat ini. "I-ini beneran kamu?? a-atau aku sedang berhalusinasi karena terlalu kangen sama kamu." lanjut Ray, dengan gerakan tangan ses

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN