Beberapa menit sebelum Ray memasuki rumah. Ray terlihat memasuki pelataran rumahnya dengan mengendarai motor milik Niko, yang ia pinjam. Cowok itu melihat ayahnya yang juga baru saja turun dari mobil hitamnya. Melepas helm dikepala, Ray lalu turun dari motor untuk menyapa ayahnya. "Habis dari mana pah?" "Ada urusan bentar tadi." Andre heran melihat Ray yang hanya pulang sendirian tanpa Dara. "Kamu kenapa baru pulang?? Adek kamu mana?" "Udah pulang duluan." Ray memberi jeda. "Tadi Ray habis ngunjungi makamnya Nina." Andre mengangguk mengerti. "Kamu masih juga belum lupain dia Ray?! papa jadi merasa khawatir kalau kamu terus-terusan terpuruk sama masa lalu kamu." "Ray baik-baik saja. Papa nggak perlu kawatirin Ray." Ray tersenyum tipis sesaat. Pandangannya tertuju ke arah sebuah motor

