Mereka berdua lama banget sih. Batin Ray, karena Dara dan Daren belum juga kembali dari toilet. 'Kayaknya feeling gue bener, kalau si Daren ketoilet itu sebenarnya cuman alasan doang. Jangan-jangan... Dia mau cari kesempatan buat deketin adek gue lagi. s****n!!' Ray membatin, sembari menusuk-nusuk makanan miliknya dengan garpu dan sendok yang ia pegang saat ini. Ekspresinya bahkan terlihat sangat menyeramkan dengan aura kesal menyelimuti dirinya. "Ray, kenapa makanannya kamu bejek-bejek begitu? Nggak baik mainin makanan seperti itu Ray.." tegur Andre, yang sedari tadi memperhatikannya. "Makannya yang bener." Ray hanya diam tak menjawab. Raut wajahnya bahkan sama sekali tidak berubah. Walaupun begitu, ia lantas menuruti apa yang ayahnya katakan barusan. "Kamu kenapa Ray? Makanannya

