"Ra, lo lagi sama siapa di dalam? Bukain pintunya, cepet!" ucap seorang lelaki di depan pintu kamar Dara. Sambil terus menerus mengetuk pintu berulang kali. "Ra, bukain pintunya!!" Dara dan Daren terdiam sambil berpandangan satu sama lain. "i-itu kak Ray." ucap Dara dengan nada bergetar dilingkupi perasaan takut. Tanpa berfikir,dan dengan raut wajah paniknya. Dara segera menarik kuat tangan Daren agar segera beranjak dari tempat tidur. "mending kamu cepetan balik sekarang!" "maksudnya, kamu nyuruh aku manjat turun dari balkon kamu cepet-cepet gitu?" "ya iya lah. kan kamu tadi lewatnya juga dari situ kan?!" "nggak mungkin Ra, bisa-bisa aku jatuh nanti." Daren memperlihatkan telapak tangannya pada Dara. "nih liat, tanganku sedikit lecet gara-gara tadi aku sembunyi dari si Niko." Kata D

