Di rooftop, lelaki yang bernama Daren Bagaskara itu terlihat tengah duduk santai di sebuah dinding pagar berukuran sangat rendah yang membentang mengelilingi atap sekolah tersebut, dengan menikmati hisapan sebatang rokok di sela dua jarinya, kedua netranya sesekali memperhatikan ke bawah, dimana ia bisa melihat halaman sekolahnya yang terlihat sangat luas. Fikirannya melayang tinggi, memikirkan apa yang Dara katakan kemarin saat ia berada di kamar gadis itu. Bahkan dengan bodohnya, ia justru mengiyakan ucapan Dara dengan mudahnya, tanpa bisa untuk menolaknya. Padahal kalau boleh jujur, Daren sebenarnya sangat tidak setuju dengan keinginan Dara mengenai apa yang gadis itu rencanakan untuk hubungan mereka berdua kedepannya. Tapi.. entah kenapa ia sangat kesulitan untuk menolak dengan teg

