bc

Bocah Tengil Itu Jodoh Ku

book_age18+
13
IKUTI
1K
BACA
age gap
opposites attract
playboy
goodgirl
drama
comedy
bxg
campus
highschool
sisters
like
intro-logo
Uraian

Kim Ye Rim >< Jeon Jung Kook

Sebelum baca sinopsis, Nama diatas boleh diartikan dalam artian fiksi penggemar tapi bisa diartikan seorang dalam imaginasi kalian sendiri. Karena cerita tidak berdasarkan karakter asli.

Kim Yerim, Seorang gadis yang baik hati, penyayang, friendly, lebih suka nyari uang sendiri. Gadis ini sudah berusia dua puluh empat tahun, tetapi baru memasuki tahun akhir perkuliahan.

Bisa dikatakan otaknya pas-pas an tapi bukan otak udang. Tapi dia cantik dengan karakteristik yang unik dan enak dipandang.

Sedangkan Jeon Jungkook, Bocah berjiwa bebas meski tidak sebebas kelihatannya. Bocah yang masih menduduki sekolah menengah atas dan masih berumur belasan tahun. Oh, Jangan lupa dia seorang playboy kelas kakap.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1 – Kim Yerim’s Family
Sebelum aku menceritakan kehidupan ku yang penuh drama ini, perkenalkan terlebih dahulu, Nama ku Kim Ye Rim anak dari Mami Kwon Yu Ri dan Papi Kim Il Woo. Mami merupakan keturunan dari Indo-Korea dan Papi asli orang korea . Jadi bisa dibayangkan kan anak-anaknya tampilannya seperti apa. Hehe maaf, Cuma bercanda kok. Tapi yang harus kalian tau, Mami dan Papi itu sungguh baik hati. Karena selalu mengutamakan keluarga diatas segalanya. Karena itu, hidup ku semasa kecil tentu saja sangat bahagia. Memiliki orang tua seperti mereka. Tak pernah namanya kekurangan kasih sayang, kebutuhan ku mulai hal terkecil hingga terbesar. Jadi, aku tidak pernah merasakan yang namanya broken home atau apapun hak semacam itu. Dan aku berharap, semua anak di dunia ini merasakan apa yang ku rasakan. Apalagi melihat berita mengenai bayi yang di buang setelah dilahirkan di dunia ini. Bukankah itu sangat ironis? Mengingat hal itu membuat ku sedih. Siang ini matahari sedang sangat terik membakar bumi hingga seakan-akan ingin menghangus bumikan manusia-manusia laknat yang tidak ada habisnya di muka bumi sampai saat ini. Bicara soal laknat, tidak jauh-jauh mencari perumpamaan seseorang yang pas untuk kata tersebut. Dia ada di hadapanku saat ini dengan wajah menyebalkannya itu. Ya... Dia adik ku, Kim Jae Min. Adik laknat ku itu tidak pernah absen untuk mencari masalah dengan ku,. Tidak memandang itu pagi hari, singat ataupun malam hari. Bahkan ketika aku tertidur lelappun pasti dia tidak akan menunda waktu untuk membuat ku marah. Diantara adik ku lainnya, hanyak Kim Jae Min yang berani mencari masalah dengan ku. Tapi dia juga yang paling manja pada ku. Mau heran tapi dia Kim Jae Min. Dia merupakan makhluk menyebalkan yang pernah ku temui selama dua puluh tahun ku ini. Meski begitu dia tetap selamanya menjadi adik ku kan…huuuhh Ahh, umur ku memang sudah terhitung banyak bahkan sudah terbilang cukup tua bagi seorang gadis yang belum pernah berpacaran seperti ku dan muda bagi ku saat aku ditempat kerja simpanganku. Saat ini kesibukan ku menjadi seorang mahasiswa semester akhir yang sedang sibuk- sibuknya dengan perlu banyak pengeluaran untuk membeli kertas yang nanti akan dibuat sebagai tempat corat-coret dosen pembimbing ku nanti dan selain sebagai mahasiswa aku juga sibuk menjaga kafe dekat kampus ku. Pasti kalian berfikir, kenapa diumur dua empat tahun ini masih di bangku perkuliahan. Sebenarnya wajar sih diumur segitu tapi kan normalnya umur 24 itu udah luluskan. Tapi mau bagaimana lagi, satu tahun setelah lulus sekolah menengah atas ,aku tidak lolos jalur prestasi maupun seleksi. Jadi harus menunggu satu tahun lagi untuk lolos jalur seleksi. Dan akhirnya sekarang masih pada semester akhir. Alasan kenapa aku kerja sampingan? karena keluargaku miskin? No. Karena aku lebih suka mencari uang tambahan jajan ku sendiri tanpa menunggu pemberian atau meminta orang tua. Aku tau orang tua ku tidak mungkin akan menelantarkanku begitu saja karena sibuk mengurusi kurcil-kurcil yang lain. Kurcil-kurcil?? itu sebutan sayangku kepada adikku yang lain. Kami sekeluarga selain Papi, Mami, Aku dan Jae Min itu ada tiga bocah yang lagi aktif-aktifnya. Hehe, keluarga yang cukup besarkan…. Mami dan Papi merukan anak tunggal, jadi semasa kecil, mereka sering kali kesepian saat orang tuanya sibuk bekerja. Sering kali iri ketika melihat keluarga besar saat di taman. Jadi, Mami dan Papi memilih punya banyak anak dibanding mengikuti program KB. Dan kebetulan sama tuhan dikabulkan keinginan mereka. Keluarga kami bukan keluarga miskin, bukan mau sombong karena juga bukan sultan yang uang terus mengalir. Yang pasti keluarga kami bisa dibilang lebih dari mampulah, gak mau sombong soal harta. Ya emang karena bukan kekayaan milik sendiri tapi Mami dan Papi, Aku mah apa, masih penumpang aja sampai umur segini. Karena itulah, aku kerja sampingan untuk memperoleh kekayaanku sendiri meski pendapatannya pun sangat kecil. Setidaknya aku bersyukur masih bisa makan dan memenuhi kebutuhanku tanpa kekurangan dibandingkan mereka yang kurang beruntung. Duakk!! “Au, sakit sialan. Bisa tidak sih kau tidak mengganggu ku sehari saja haaa." ucapku pada lelaki b*****t didepan ku ini sambil meringis kesakitan. Tiada angin tiada hujan ada yang menendang kaki ku dengan keras. Dikira ini kaki tulang besi apa. Kurang aja awas saja. "Hehe sepertinya... gak bisa deh kak, seru banget melihat muka kakak saat aku mengganggu mu. Lagi pula kenapa melamun terus dari tadi. Kesambet setan gentayangan baru tau rasa nanti" ucap Kim Jae Min sambil cengar-cengir menyebalkan. Yaahh, Siapa lagi kalau bukan bocah sialan ini. Kim Jae Min sialan. Rasanya sakit sekali huhu…  "kau pikir gak sakit haaa... “ teriak ku pada adik ku satu itu dengan emosi “Sini kau Kim Jae Min, jangan lari kau sialan." ucapku sambil berlari mengejar anak itu yang terlebih dahulu kabur dari hadapan ku. "KIIM YE RIIIM, KIM JAE MIIN... JANGAN BERLARI-LARI DIDALAM RUMAH. KALIAN PIKIR LAPANGAN BASKET APA HAAAA... MAMI GAK MAU TAU, KALAU KALIAN GAK BERHENTI KALIAN AKAN DAPAT HADIAH SPECIAL." Teriakan menggelegar sang ibu negara sontak membuat kami berdua berhenti seketika Saat kita berdua berlarian di dalam rumah. Tak tau saja kalian, Mami itu bagaimana orangnya. Meskipun mami itu sangat sayang pada kami semua, kalau sudah marah membuat semua orang di dalam rumah tak berkutik sekalipun papi yang menghadapi. Ingat papi yang begitu buncin ke mami membuatku iri terkadang oleh kemesraan mereka. Bagaimana tidak iri, mereka bahkan tidak tanggung- tanggung bermesraan didepan sang anak jika mereka sudah saling menempel. Berciuman didepan kami anak-anaknya pun sudah tak terhitung jumlahnya. Dasar pasangan bucin yang sangat ku sayangi dan banggakan itu terkadang membuat seluruh orang didalam rumah mendengus sebal oleh tingkah keduanya yang tidak tau malu dan tidak ingat umur itu. “lya mami, maaf. Ini kami sudah berhenti kok. Jangan marah ya. Mami nya Jae Min kan cantik... Ya kan kak...” Ucap Jisung dengan nada manja. Dasar tukang rayu ulung. Biar tidak dimarahin aja baru memuji-muji. Sebal lihat muka adek satu ku ini. "hmm" Gumaman ku menanggapi perkataan Kim Jae Min itu..   "Jawab dong kakak mungil, jangan bergumam aja. Punya muka cantik kok datar banget tuh wajah" Perkataan Kim Jae Min yang sekitika membuat ku kesal. Aku paling sensitif mengenai kata mengil dan kawan-kawannya. Hal yang tidak ku warisi dari kedua orang tua ku adalah tinggi badan ku ini. Sungguh menyebalkan sekali mengingat tinggi Jae Min sekarang sudah melebihi tinggi badan ku sejak aku masih duduk dibangku sekolah menengah atas. “Kau ingin bibir cerewetmu ini aku jewer hahhh... jangan membuatku semakin kesal. Kim Jae Min…” Ancam ku pada Jaemin "Yee siapa suruh punya muka dianggurin. Cari pacar sana kak biar gak jomblo terus. Gak malu sama sahabat kakak yang manis itu? Siapa namanya lupa, Soo Young apa Soo Yeong ya, pokoknya yang itu kak, bahkan udah mau nikah loh. Lha kakak masih gini-gini aja mana gak ada pasangannya lagi." Ucapan Jae Min yang membuat ku semakin bete, gak mood. Sudah di ancam bukannya diam malah tambah bikin kesel. Sungguh Jae Min sekali. "Gak." “Ihh dasar kak Rimiee ihhh bikin kesel deh." Ucapnya dengan nada manja dan kesal ~~ Saat ini kami, Aku dan Jae Min duduk di depan televisi yang ada di ruang keluarga sambil nonton anime sport Diamond No Ace. "Kak…” Panggil Jae Min “Apaan” Sahut ku malas karena merasa terganggu saat menonton anime favorit ku. “Kak…” Panggilnya ulang “Apa sih Kim Jae Min..? Kalau gak mau nonton sana pergi saja keluar rumah. Jangan mengganggu ku!” “Kalau ngomong tuh dilihat lawan bicaranya” ucapnya “Hedeeh, ribet banget tinggal bicara saja susah” ucap ku sambil menolehkan wajah ku menghadap Jae Min. Ngapain masang muka serius nih anak, Pasti ada mau nya ini. Sudah pasti, mengingat kebiasaan Jae Min satu ini. “Kak mau gak uang lima juta... Lumayan kan buat uang jajan kuliah kak Rimiee… Tapi ada syaratnya" Apaan nih tiba-tiba nawarin duwit banyak. Lagian tumben-tumbennya pegang uang. Biasanya juga morotin uang kakak tercantiknya ini terus. "Darimana kamu dapat uang sebanyak itu? Kakak tau gak mungkin kalau kamu menabung menyisihkan uang hanya untuk diberikan padaku." Sungguh aneh, nih anak paling anti kalau disuruh untuk menabung punya duwit sebanyak itu untuk cuma dikasih ke kakaknya. Gak masuk akal, Biasanya bisanya selalu minta terus. Apalagi punya Mami dan Papi baik banget yang sayang kepada kami tanpa ada perbedaan kasih sayang. "Gak usah pasang muka selidik kayak gitu deh kak. Itu uang dari hasil tanding basket nanti. Ayolah kak, syaratnya gampang kok... Ya mau ya kak" Rengek Jae Min kalau minta sesuatu yang harus di turutin. Dasar anak manja. Adik siapa sih ini anak. "Jangan merengek, Kamu tuh laki-laki... Yang tegas dikit napa" Sentak ku karena kebiasaan buruk Jae Min satu ini. "Ya udah syaratnya apa dulu, kalau mudah akan kakak pikirkan dulu" ucap ku “Hanya mendukungku saat pertandingan basket ‘one on one’ nanti" Ucapnya. "Gitu doang??" Nih bocah kenapa mencurigakan sekali ya. Apa ku tolak aja permintaan anehnya itu yahh... Tapi lumayan banget dapet uang segitu cuma buat lihat pertandingan basket. Hmmm tau ah, bodoh amat. “lya kak, ayolah kak gak perlu curigaan napa, mau ya... Kakakku ini kan cantik sekali. Itung-itung dukung adeknya walau sekali seumur hidup" ucapnya memelas dengan memasang muka seperti kucing yang minta makan. “hmmm” "Ya sudah kakak mau, awas kamu kalau macem-macen. Kakak pites sampek jadi zigot lagi baru tau rasa kamu." "Yesss, Thank You kakakku tersayang. Tiga hari lagi ya …hari minggu nanti jangan lupa. Aku mau bobok ganteng dulu. Byeee muachhh" Ucapnya dengan nada riang Dasar adek kurang ajar kelebihan hormon kepercayaan diri tingkat tinggi ya gini. Bikin kesel orang aja kerjaannya. **** Spoiler Inilah awal mula kesialan ku yang terus berdatangan untuk menghantuiku. Pertemuan dengan dia yang mungkin akan ku sesali nanti. But who knows. Tak ada yang tau masa depan nanti seperti apa kan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

TERNODA

read
202.0K
bc

Kali kedua

read
222.1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
194.3K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.5K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
8.7K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.9K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook