23. Gelanyar Aneh

2328 Kata

Keesokannya Jagad mengajakku keluar. Padahal rasa lelah karena acara semalam masih terasa. Tetapi tanpa ampun Jagad menyeretku keluar dari rumah. Seolah dia tahu, kalau sebenarnya aku bukan kelelahan, tetapi karena masih meratapi nasib percintaanku dengan Regi. "Trus kita mau ke mana nih sekarang?" tanya Jagad saat kami baru saja menyelesaikan acara makan siang di sebuah restoran sederhana nggak jauh dari kantor Jagad. "Terserah kamu deh, udah di luar rumah juga, mau pulang tanggung." "Ya udah, jalan-jalan aja kalau gitu." Aku mengangguk setuju lalu mengekori langkah Jagad menuju kasir untuk menyelesaikan pembayaran makan kami. Kali ini aku bergeming melihat Jagad menyelesaikan pembayaran. Dia hanya tersenyum ketika memergokiku tengah menatapnya sejak tadi. Jagad memang nggak pernah me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN