Chapter 30

772 Kata

Bima menatap kebun bunga milik bundanya yang terdapat di halaman belakang dari balkon. Pandangannya lurus ke depan. Ia terlihat melamun bahkan saat bundanya duduk di sampingnya ia sama sekali tak bergeming. Rosa menatap putranya sembari tersenyum kecil. Sudah seminggu ini putranya banyak melamun. Bukannya tak tahu apa yang terjadi, sebab Alya sudah menceritakan semuanya. Sebenarnya Bima tak ingin menceritakan apa pun pada siapa pun, namun karena saat itu Alya mendesak untuk ia bercerita sebab sudah beberapa hari Reina tak masuk kerja membuat Bima mau tak mau harus bercerita. Dan Bima mengambil kesimpulan bahwa Reina sedang mempersiapkan keberangkatannya menuju Amsterdam bersama Zidan dan Niko. Rosa mengerti kebimbangan yang kini dirasakan oleh putranya. “Bim,” panggil Rosa membuat Bima t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN