Pagi-pagi sekali aku mengemas koper kami berdua, sedangkan Abi masih nyenyak dalam tidurnya. Aku tidak membangunkannya, membiarkannya terus tidur. Mungkin nanti setelah aku selesai beres-beres, aku akan membangunkannya. Selesai kami makan malam semalam, aku dan Abi melakukannya lagi. Aku pikir dia akan marah padaku karena sudah membongkar ponselnya tanpa seizinnya, tapi dia tidak marah sama sekali, bahkan dia semakin perhatian dan peduli padaku. Dia benar-benar lelaki idaman, bisa diandalkan. Dan mungkin itu lah yang membuatnya belum juga bangun sampai sekarang, sedangkan aku sudah terbangun sejak tadi jam 5. Biarkan saja, lagian mau apa dia kalau bangun? Hanya bisa mengganggu ataupun menggodaku saja, dan aku kurang suka dengan hal itu. Aku takut kebablasan dan malah aku lah yang memin
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


