Setelah menunggu zahwa beberapa menit, akhirnya pintu kamar mandi terbuka & memperlihatkan tubuh zahwa. Izzat memperhatikan tubuh zahwa yang hanya tertempel sehelai dress satin tipis, izzat menelan salivanya. Sigap izzat mengegendong kembali tubuh istrinya. Di tempatkannya tubuh zahwa di bawah kungkungannya “zah” zahwa menatap ke arah izzat yang berada di atas tubuhnya. Zahwa mengangguk pasrah seakan mengerti akan maksud suaminya. Tanpa menunggu lama kembali izzat melalukan adegan seperti malam tadi & dengan jumlah yang sama. Walau zahwa telah berulang kali meminta izzat menghentikan permainannya, sama sekali tidak izzat hiraukan. Kini tubuh zahwa benar-benar lemas setelah pelepasan terakhir mereka. Tubuh mereka sudah bersejajar di bawah selimut, mereka sama-sama menetralkan ritme nafasny

