“sayang, bisa tolong siapkan seragamku?” pinta izzat pada zahwa. Zahwa menatap tajam mata izzat. “mas menyuruh zahwa menyiapkan seragam? Mas tidak berniat untuk mengingkari janji mas kan? Kita jadi ke Malang hari ini kan mas?” mata zahwa mulai berkaca-kaca. “hey... Kamu kenapa sayang?” kedua tangan izzat memegang wajah zahwa yang menahan tangis ”iya kita jadi ke Malang sayang” imbuhnya. “terus apa maksud mas menyuruh zahwa menyiapkan seragam mas?” air matanya sudah jatuh membasahi pipinya. “sayang, jangan salah paham dulu. maaf aku lupa belum kasih tau kamu, Kapten memberiku cuti dengan syarat aku yang mengendalikan pesawat untuk perjalanan kita” jelas izzat & membawa zahwa dalam dekapannya “sudah jangan menangis, sebentar lagi kakakmu akan datang. Nanti mereka kira aku telah melakuk

