Zahwa merias diri di depan cermin, zahwa menatap pantulan perut buncitnya. Walau masih 12 week tapi sudah kelihatan buncit di karnakan hamil kembar, di elusya dengan lembut masih belum percaya Kekasih Yang Maha Kasih memberikan amanah janin kembar sekaligus. “zahwa sayang” mama afifah memanggil dari arah luar kamar “iya ma” zahwa terburu-buru keluar kamar dengan sedikit berlari “sayang hati-hati jangan lari” mama afifah langsung panik melihat zahwa sedikit lari menghampirinya, mendengar mama mertuanya panik zahwa sontak memelankan langkahnya “sudah siap sayang?” tanya mama afifah “sudah ma” zahwa tersenyum lantas mereka melangkah keluar rumah. Saat memasuki mobil, tiba-tiba hati zahwa berdebar kencang. ntah apa yang telah terjadi, perasaan panik menjalar karna tak biasanya zahwa me

