Keesokan harinya rombongan dari aston sudah pulang kecuali Pangeran Xavier. Sesuai perjanjian, selama seminggu Pangeran Xavier akan berada di ethiopia. Sudah setengah hari berlalu, tapi Putri Moerae dan Pangeran Xavier sibuk dengan urusan masing-masing. Tok.. Tok.. Tok.. pintu kamar Putri Moerae di ketuk dari luar. Putri Moerae mengernyit bingung menebak siapa yang datang ke kamarnya. “Lusinta, tolong buka kan pintunya.” Ujar Putri Moerae menyuruh Lusinta yang berada di kamar itu bersama Putri Moerae. “Baik Putri..” ujar Lusinta lalu berjalan ke arah pintu dan membukakan pintu. “Apa Putri mu didalam?” tanya Pangeran Xavier pada Lusinta. “Siapa Lusinta?” tanya Putri Moerae sambil berteriak. Pangeran Xavier masuk ke dalam kamar Putri Moerae dengan di ikuti Lusinta setelah Lusinta menut

