Keesokan harinya, Pangeran Xavier dan Putri Moerae sudah bertunangan, keduanya sudah saling menyematkan cincin sebagai tanda pertunangan mereka. Kini Putri Moerae sedang berada di taman istana sambil melihat cincin yang melingkar dijarinya. “Apa ini sungguhan? Aku benar-benar bertunangan dengan Pangeran buruk rupa itu?” tanya Putri Moerae dalam hati sambil menghela nafas panjang. “Moerae..” panggil seseorang husky yang terdengar sangat lembut di telinga Putri Moerae. Putri Moerae menoleh pada sumber suara.. “Felix?” Pangeran Felix tersenyum ramah pada Putri Moerae. “Mengapa kau disini?” tanya Pangeran Felix pada Putri Moerae. “Tidak ada. Aku hanya ingin menenangkan pikiran ku. Aku ingin ke danau biru, tapi itu tidak akan sopan, ada banyak tamu yang datang hari ini. Makanya aku hanya

