“Apa kau puas?” tanya Pangeran Xavier sambil menatap Putri Moerae setelah mereka hanya berdua saja. “Puas? Untuk apa?” tanyna Putri Moerae bingung. “Menertawakan ku?” tanya Pangeran Xavier. Putri Moerae berdehem pelan. “Kau ingin jawaban jujur?” tanya Putri Moerae. “Ya.” Putri Moerae tersenyum lebar. “Belum.” Ujar Putri mOerae llau kembali tertawa senang. Pangeran Xavier menatap tajam Putri Moerae. “Putri!” tegur Pangeran Xavier. “Moerae.” Uajr Putri Moerae setelah menghentikan tawanya. Pangran Xavier menaikkan alisnya. “Cukup panggil aku Moerae. Aku tidak suka dipanggil Putri.” Ujar Putri Moerae sambil tersenyum tulus. Pangeran Xaveir menyatukan alisnya. “Bagaimana pun kau akan jadi tunangan ku besok. Jadi cukup panggil aku Moerae.” Ujar Putri Moera. “Apa kau sedang berusaha

