Serli menghabiskan waktunya hanya dengan mengurung dirinya di rumah. Ia masih tidak habis pikir kenapa Daniel begitu tega mengajukan gugatan cerai. Padahal pernikahan mereka baru seumur jagung, satu tahun saja belum. Daniel berjalan memasuki kamarnya dan langkahnya terhenti di ambang pintu saat tatapannya tertuju pada Serli yang duduk di lantai dengan memeluk kedua lututnya. Kepalanya ia sandarkan ke lututnya dan menatap keluar jendela dimana jendela kamar di buka hingga angin berhembus menerpa dirinya. Serli terlihat melamun, ia bahkan tidak mengetahui kalau Daniel ada di dalam ruangan itu memperhatikannya. Daniel juga dapat melihat butiran air mata yang jatuh dari pelupuk mata Serli. Melihat Serli seperti itu sungguh hati Daniel merasa sangat teriris. I

