Hari terus bergulir tanpa terasa satu bulan pun berlalu. Selama itu Daniel sudah jarang sekali pulang dan menemani Serli. Ia selalu di peras oleh Tania. Serli yang kini kondisinya berangsur baik, tak ada lagi khayalan dan bayangan yang menakutkan dan membuatnya histeris, hanya tidur saja yang masih terganggu oleh mimpi-mimpi menakutkan itu. Hari ini Daniel datang ke rumah orangtua nya Serli. Mereka sempat kaget melihat kedatangan Daniel di sana tanpa Serli. Sudah lama mereka tidak berkunjung ke rumah Serli karena sudah merasa tenang dengan mendapat kabar kalau Serli berangsur baik. “Nak Daniel, ada apa?” tanya Ayahnya Serli yang kini duduk berhadapan dengan Daniel begitu juga Mamanya ada di sana. “Apa Serli baik-baik saja?” tanya Mamanya

