“TANIA!” Daniel datang ke perusahaan Tania. Ia bahkan nyelonong masuk ke dalam ruangannya tanpa memperdulikan teriakan Sekretarisnya Tania. “Daniel. Wah, ada angin apa nih kamu datang menemuiku,” seru Tania tersenyum manis. Tania meminta sekretarisnya keluar dari ruangannya dan meninggalkan mereka berdua. Tania beranjak dari duduknya dan berjalan mendekati Daniel setelah sekretarisnya keluar dari ruangan. “Apa kabar Niel,” seru Tania dengan tak tau malunya hendak memeluk Daniel. Dengan kasar Daniel mendorong tubuh Tania hingga punggungnya membentur meja kerjanya. “Ah, kasar sekali kamu. Padahal kita baru saja bertemu.” “Kau w***********g. Kau apakan istriku, hah?” pekik

