“Anjirrr ribet bener sih nih bantal di iket di perut dan p****t. Berat depan belakang,” gerutu Okta saat mereka berjalan menuju kereta. “Tidak apa-apa, kau terlihat bohai,” canda Farel seraya membenarkan kacamata bening untuk penyamarannya. “Wihhh kata-kata si Psyco, bohay!” kekeh Angga dari sebrang sana. “Diam kau!” Terdengar semua yang tersambung dengan earphone itu terkekeh. “Beb, gendong,” seru Okta dengan sedikit keras menggunakan suara perempuan. “What?” pekik Farel. “No!” “Kau sungguh kejam, Maz! Teganya dikau mengacuhkan istrimu yang sedang hamil!” rengek Okta. “Berhenti berackting Kope sialan! semua mata tertuju pada kita,” gumam Farel.

