“Kak Dhika!” Teriakan itu membangunkan Dhika dan Thalita yang sudah terlelap. Thalita dan Dhika saling bertatapan bingung hingga ketukan pintu kamar menyadarkan mereka. “Tuan, Nyonya. Di bawah ada Nyonya Serli.” Bi Siti mengetuk dengan sopan. “Serli? Kenapa dia ke sini malam-malam,” gumam Thalita melihat jam dinding yang menunjukkan pukul 2 dini hari. Thalita juga Dhika sama-sama turun dari ranjang dan keluar dari kamar menghampiri Serli yang menangis di ruang tengah tepat di dekat tangga. “Serli, ada apa?” tanya Thalita menuruni tangga lebih dulu dan memeluk Serli yang menangis. “Ada apa?” tanya Dhika. Serli masih menangis meraung-raung dan kesulitan berbicara. “Tenangkan

