“A-Ah, sakit!” pekik Najwa saat memulai langkahnya berjalan menuju kamar mandi. Raihan segera membuka matanya dan menggendong Najwa. Dengan sigap dia membawa Najwa menuju bathub lalu mengambil selimut Najwa lalu keluar menutup kamar mandi. Entah kenapa Najwa tersipu malu atas perilaku Raihan yang sangat gentle man, bahkan dia tidak bertindak m***m melihat Najwa yang polos. Mereka bergantian mandi lalu berangkat bekerja bersama. Di kantor seluruh pegawai tercengang saat melihat Najwa yang berboncengan dengan Raihan. “Waah kok bisa berangkat bareng?” tanya Cinsi heboh Seumur hidupnya dia selalu melihat Najwa dan Raihan bagai kucing dan anjing yang selalu bertengkar dan jarang akur. Tapi kali ini mereka berangkat bersama-sama. “Ya, kebetulan tadi ketemu di jalan,” ucap Najwa berbohong.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


