Clarissa pulang malam pukul sembilan, dia baru saja sampai rumah karena setelah berbincang dengan Mawar. Baru saja kaki Clarissa menginjak masuk ke dalam rumah, Fabian segera menyalakan ruang tamu dan menatap tajam Clarissa. “Darimana kamu? Kenapa baru pulang? Apa tidak berpikir kalau aku khawatir? Kenapa ponselmu mati?” ucap Fabian gemas dan kesal kepada Clarissa, seharusnya Clarissa mengatakan kemana dia pergi dan bersama siapa. “Aku ... tadi jalan-jalan dengan Mawar, kita berbincang di cafe, ada sesuatu yang harus aku tanyakan kepada kamu Fab,” ucap Clarissa dengan tatapan sungguh-sungguh karena dia sendiri gundah. “Mawar? Ada kepentingan apa kamu bertemu dengan Mawar hingga larut malam begini? Apa Mawar terjadi sesuatu?” tanya Fabian. Clarissa mengangguk, dia ingin menceritakan

