Seminggu setelah Ana kembali, keluarga Erik datang ke rumah Ana untuk melamar secara resmi. Hanya keluarga inti. Mereka ingin menunjukkan keseriusan putra mereka. Keluarga Ana menerima dengan tangan terbuka. Saling terbukanya antara kedua keluarga memudahkan mereka untuk berkomunikasi. Tidak ada rahasia apa pun yang disembunyikan. Acara lamaran berjalan lancar. Meskipun Axel belum terlalu paham apa yang terjadi, ia juga merasa senang. "Ayah bobo cini aja...." Ucapan polos yang keluar dari bibir Axel, sukses membuat semua tertawa. Acara itu memang dilaksanakan malam hari. Sejak papa Ana meminta Erik untuk memanggilnya papa, sejak itu juga Axel dibiasakan untuk memanggil Erik, ayah. "Besok, kalo Ayah udah nikah sama Bunda, pasti Ayah bobo sama Axel. Setiap hari," janji Erik. "Kalo ceka

