"Bolehkan aku menjadi suamimu dan ayah untuk Axel ...? Maksudku, maukah kamu menikah denganku setelah aku lulus kuliah?" Mereka sudah saling berhadapan. Mata saling tatap. Tidak ada sepatah kata pun keluar dari mulut masing-masing. Erik membawa Ana ke dalam dekapannya lagi. Dipeluknya dengan erat. Ana pun balas memeluk Erik. "Aku mencintaimu. Bahkan sejak dulu." Mendengar pernyataan Erik, membuat Ana meregangkan pelukan. Keningnya berkerut, meminta penjelasan Erik lebih. Tangan lelaki di depan Ana itu masih bertengger di pinggang perempuan pujaannya. Matanya menatap dalam. "Dulu, setiap hari aku selalu menasehati Alex agar jangan sampai dia memperlakukanmu seperti mantan-mantannya yang lain. Hatiku rasanya mendidih saat mendengar bagaimana kalian melakukannya. Aku sangat menyayangkan,

