Lenggang, hanya suara denting sendok makan yang mengisi kekosongan mereka berdua. Sudah berapa lama Daniel tidak duduk di tempat ini, sudah berapa lama dia menghabiskan waktunya sendirian di rumah besar ini. Tanpa Mommy, tanpa Daddy, dan tanpa orang yang tengah duduk di depannya ini. Dan sudah berapa lama, dia mengikis mental sehatnya hingga jadi seperti sekarang ini. Tak jauh berbeda dari Daniel. Bima pun merasakan hal yang sama. Sudah berapa lama dia terus makan sendirian di rumah mewahnya. Sudah berapa kali dia mengharapkan makan malam keluarga yang hangat dengan diselingi pembicaraan ringan mengenai hari-hari di sekolah. “Sori.” Sepatah kata yang Bima keluarkan setelah lima belas menit terlewati hanya dengan berperang dengan hati dan pikirannya. Daniel menatap kakak nya. Daniel da

