Jaket kulit yang cowok itu kenakan bahkan tak bisa menghalau rasa dinginnya malam ini. Pukul sebelas malam, dia mengorbankan waktu istirahatnya untuk menemui seseorang. Seseorang yang selama ini Lucas tau, adalah orang paling lemah. Dingin nya malam tak mempengaruhi konsentrasi Lucas, dia tetap fokus mengendarai motornya dengan kecepatan gila, untung saja jalanan yang dia lewati sedang tidak macet. Kendaraan roda dua itu sampai di tujuan dalam sekejap. Segera melompat turun dan memencet bel. Tak lama ada seorang penjaga menghampiri. “Ada yang bisa dibantu, Mas?” “Saya mau ketemu sama dokter Raina.” “Tapi ini sudah malam—“ “Dokter Raina sendiri yang meminta saya untuk datang, jadi tolong buka atau saja akan menabrak pagar ini sampai roboh?” Si penjaga jelas ketakutan, dia tak bisa me

