Epilog

502 Kata

Tiga bulan kemudian.. Sepatu nike itu memijak tanah basah karena guyuran hujan semalam. Meski sepatu putihnya sudah pasti kotor, tak membuat sang pemakai merasa sayang ataupun takut. Justru senyum di wajahnya semakin melebar tak kala langkah kakinya semakin dekat dengan pusara sang kakak. Daniel berhenti di samping pusara milik Bima, cowok itu berjongkok sembari menatap ukiran nama seorang yang sudah pergi 6 bulan lamanya, waktu terasa begitu cepat berlalu. Sebelah tangan Daniel meletakan piala perunggu yang dia dapatkan hari ini karena berhasil menyabet juara satu dalam Ujian kelulusan. “Buat lo” kata Daniel singkat. Tangannya mengusap nama Bima Aga Dirgantara dengan lembut. “Lo harus bangga punya adik kayak gue, kak. Yah, meski semasa lo hidup, gue lebih suka nyusahin daripada bantuin

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN