Cemburu

1182 Kata

“Ayo!” sebuah suara mengagetkanku. Aku mengangkat kepala yang sedari tadi tertunduk memandangi gawai. “Udah lama nunggu?” tanyanya. “Nunggu? Siapa yang nunggu?” Aku berusaha berkelit. Kulihat sekilas ia tersenyum yang seolah tidak percaya dengan jawabanku. “Yaudah, yuk!” Dengan matanya ia memberi kode agar aku mengikutinya menuju mobil. “Gimana tadi?” Setelah sekian lama kami hanya diam dalam mobil yang melaju, akhirnya aku memulai pembicaraan. “Apa?” “Di resto.” “Oh, makanannya enak,” jawab Arman singkat. “Bukan itu. Gimana tadi Viona?” Mobil berhenti di lampu merah. Ia menoleh ke arahku. “Viona? Hmm ... Cantik, masih seperti dulu.” Entah mengapa aku merasa ada panas yang menjalar di wajahku. Iya Viona memang cantik. Dari dulu dia cewek idola di sekolahan. Mungkin termasuk Arm

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN