“Siapa yang menghubungi dia.” Aku berbohong, daripada habis diledekkin Galang lagi. “Ini mau buka aplikasi ojol juga!” “Nggak usah ge-er,” kata Galang ketika langkahnya sudah sejajar denganku. “Bang Wira yang suruh. Katanya supaya kita bisa lebih mengenal,” sambungnya diikuti tawa kecil yang sinis. “Huh, ada-ada saja Bang Wira.” “Cuma berdua? Nggak sama sopir?” “Tidak perlu! Saya bisa nyetir sendiri.” Dih, sombong! “Nggak takut kesasar kaya kemaren, Pak?” sindirku. Galang menghentikan langkahnya menatapku. “Kamu tahu, kan, ada teknologi yang bernama Google Maps.” Aku menarik napas kesal. “Bapak juga tahu, kan, ada teknologi yang namanya alarm HP? Ngapain pakai asisten segala hanya untuk ngingetin jadwal? MANJA!” balasku. “Cerewet! Cepet masuk mobil!” Meski kesal kuturuti juga peri

