POV Galang POV Galang “Ayo, jalan!” Malya memeluk lenganku lalu menarikku maju. Meski ingin menolak, aku tak kuasa melakukannya. Tidak tega. Aku hanya menoleh pada Nadia sebelum pergi dan berbisik, “Tunggu aku.” Setelah kuantarkan Malya sampai ke mobil, segera aku berbalik hendak menjemput Nadia. Tapi kulihat ada seorang laki-laki yang bersamanya. Adiknya. Ya, itu adik ipar yang tempo hari dikenalkannya padaku. Lalu, notifikasi pesan WhatssApp ponselku berbunyi. “Langsung saja ke lokasi syuting, Pak. Saya sudah ada yang menjemput.” Nadia yang mengirimnya. Kini, aku hanya mampu berdiri memandangnya dari kejauhan sampai ia menghilang dari pandangan, pergi bersama laki-laki itu. Di apartemen usai syuting, hatiku tak tenang. Bolak-balik aku mengecek ponsel berharap ada pesan masuk dari Na

