Ngerjain Bos

1011 Kata

Aku sampai di rumah sekitar jam tujuh malam. Setelah makan sedikit di rumah Mama, baru Arman mengantarkanku pulang. Saat tiba di rumah, Rania sudah tertidur dari dalam mobil. “Sampai bertemu besok,” kata Arman setelah meletakkan Rania di sofa ruang tamu. “Hmm, tunggu,” ujarku, membuatnya urung pergi. “Besok ... tidak perlu menjemputku." Sedikit ragu sebenarnya aku mengucapkan hal ini. “Kenapa?" Ia menatapku tajam, penuh kecurigaan. Tuh, kan sudah kuduga, responnya pasti akan seperti ini. "Ada orang lain yang akan menjemputmu?" "Man, plis deh! Kamu pikir aku nggak bisa ke mana-mana sendiri apa?" semburku. Arman tertawa sinis sembari menggelengkan kepala."Kamu pikir aku tak tahu kamu pulang sama siapa kemarin?" "Hah? Kemarin?" "Iya, kemarin selepas acara launching itu. Kamu menolak ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN