Di kamar VIP, ranjangnya jauh lebih besar daripada kamar sebelumnya, bahkan cukup untuk Naya dan Revan tidur bersama sambil saling memeluk. Kepala Naya bersandar pada d**a pria itu dan membuatnya dapat dengan jelas mendengar detak jantung Revan yang teratur. Sementara itu, wajah Revan berada di pucuk kepala Naya. Hidungnya sesekali menyentuh rambut istrinya itu, menghirup aroma yang sangat dia sukai. “Kamu masih berhubungan sama Rico?” tanya Revan pelan dengan mata tertutup rapat. “Aku udah lama enggak bertukar kabar sama dia. Tadi kita enggak sengaja ketemu di sini.” “Kenapa gitu? Aku enggak pernah larang kamu, ‘kan?” “Iya, sih. Tapi aku cuma mau kasih batasan aja karena aku udah nikah.” Pelukan Revan semakin erat, begitupun dengan Naya. “Dulu, kalian sedekat apa, sih?” Ada jeda be

