Sepi kini bergejolak di hati Yanti. Rumah yang biasanya penuh dengan sapaan orang-orang terdekatnya. Namun, kini semua terasa kosong. Fadli yang masih harus menjalani sebuah hukuman. Kedua anaknya kini tak bersamanya lagi. Yanti duduk seorang diri. Menatap langit-langit dengan jiwa hampa. Dia seolah tak tahu harus bagaimana menjalani hari-hari dengan sendiri. Tak ada siapa pun yang bisa dijadikannya tempat berkeluh kesah. Bayangan masa lalu tentang hidup yang serba kecukupuan, membuat Yanti seakan menyesali dengan pernikahan yang sudah berjalan belasan tahun itu. Yanti seakan berserah pasrah. Bahkan dia tak memiliki keinginan untuk melakukan apa pun. Dia lebih suka diam dan hanya meratapi nasibnya. Bahkan Yanti sama sekali tak merasakan lapar. Dia hanya menangis meratapi nasibnya yang k

