Part 27 - Berat Hati

1808 Kata

Yanti menatap wajah wali kelas dengan penuh keseriusan. Harapannya kini bergantungpada satu cahaya yang kini benar-benar ingin didapatkan. Yanti memasang kedua telinganya dengan sangat jeli. “Ada apa dengan Adisti, bu?” “Adisti sudah pindah sekolah, karena kedua orang tuanya bercerai, akhirnya dia harus ikut ibunya tinggal di luar kota,” Betapa hancur rasanya hati Yanti. Dia seolah terbekuk dengan apa yang didengarnya. Yanti merasa semua hanya kesia-siaan belaka. Satu-satunya jalan yang dimilikinya, kini dengan cepat tertutup lagi. “Bu, saya tidak tahu lagi, apa yang harus saya lakukan dengan kondisi Wafa saat ini.” “Maafkan saya bu, bolehkah saya melihat Wafa?” “Tentu saja boleh.”  Yanti merasa terharu sekaligus tak bingung dengan langkah apa yang akan diambilnya. Kini dia hanya bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN