Diam tak berdaya. Beberapa alat medis telah terpasang pada beberapa anggota tubuh Yanti. Berharap sebuah kesembuhan akan segera datang. Bu Dinar dengan penuh rasa yang tersimpan dalam hatinya. Dia sungguh tak bisa membayangkan tentang kondisi anak dan ibu yang kini seolah sama-sama harus berjuang, demi bisa bersama dalam segala kondisi. “Bu Yanti, harus kuat ya. Bayi ibu sehat dan sangat lucu sekali, ibu harus segera melihatnya. Segera sembuh ya, bu.” Tak banyak kata yang keluar dari Bu Dinar. Hatinya kelu, menoreh sebuah rasa iba yang tak bisa dibohongi. Dia tak bisa berlama-lama berada di ruangan itu. Setelah sedikit memberikan doa kepada Yanti. Bu Dinar pun akan segera kembali menuju ke kantor polisi, dia akan memberi tahu kabar baik tentang kelahiran putrinya itu. Belas kasih yang

