Puspa memang gadis yang begitu cerdas. Bahkan Fadli seolah sudah merasa bahwa sang anak bisa menerima cerita masa lalu. Tentang saudaranya juga ibunya. Fadli menatap Puspa penuh dengan perhatian. Kala itu, Fadli mengambil sebuah buku cerita dengan tema keluarga. Fadli dan Puspa yang sedang duduk di sebuh kursi panjang. Lalu keduanya saling menatap penuh kasih sayang. Fadli mengambil napas, seolah siap untuk bercerita tentang apa yang kini ada di dalam hatinya. “Puspa mau dengarkan cerita bapak?” “Iya, Pak.” “Coba Puspa perhatikan buku ini?” Puspa mengikuti apa yang diarahkan bapaknya. Dia menatap gambar kartun keluarga yang ada di buku cerita. Fadli mulai merangkai kata-kata indah untuk bisa menjelaskan pada sang buah hati. Dengan penuh kesabaran. Fadli dengan menahan rasa yang ada d

