Waktu berlalu sungguh sangat cepat. Bahkan bu Dinar tak mengira jika malam kembali menyapanya. Sebuah telepon masuk dari ponselnya yang berdering sejak beberapa detik lalu. Sayangnya bu Dinar tak segera untuk mengangkatnya, tatkala dirinya mengetahui nama yang tertera pada layar ponselnya. Merasa sangat tdak nyaman dengan panggilan dari laki-laki yang terus memaksanya untuk menikah. Bu Dinar segera menjauhkan ponselnya, bahkan diganti cepat ke mode hening. Benar-benar tak ingin diganggu untuk malam panjang yang akan dinikmati dengan suguhan gemerlap bintang yang berterbangan di langit hitam itu. Bu Dinar yang bisa lepas dari ponselnya. Kini dia pergi ke meja kerjanya yang ada di pojok kamar. Mulai mengambil pena yang ada di kotak kecil miliknya. Kemudian, tas kerjanya diraih dengan cepat

