Yanti yang masih kelu bibirnya. Pandangannya terasa nanar. Dia tak tahu apa yang akan dilakukan Fanta kepadanya. Bangunan mewah itu menjadi sebuah jurang terjal yang sama sekali tak pernah diinginkan Yanti. “Yan, jangan takut. Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu, aku hanya ingin kamu beristirahat di sini, dan aku akan pulang, besok pagi aku akan jemput kamu lagi.” Bak tersiram air es setelah mendengar pernyataan itu dari Fanta. Yanti yang sempat merasa takut dengan apa yang dilakukan laki-laki itu padanya. Nyatanya, Fanta tak seperti yang dipikirkannya. Yanti sempat saja mengira hal buruk pada laki-laki yang kini sedang membersamainya itu. Fanta segera turun dari mobil. Dia melangkah dengan cepat untuk membukakan pintu mobil Yanti. Hal itu membuat Yanti seakan merasa seperti ratu

