Part 41 - Pilu

1874 Kata

Yanti yang bergerak dengan sangat cepat. Dia melihat sosok laki-laki yang membawa gitar itu penuh dengan keseriusan. Yanti semakin mempertajam penglihatannya. “Wafi.” Ternyata pemuda yang kini sedang berada tepat di depannya itu adalah Wafi. Anak kandungnya sendiri yang sudah beberapa bulan pergi dari rumah. “Ibu.” Wafi pun menatap Yanti penuh keseriusan. Namun, dia tak mendekat ke arah ibunya. Melainkan berlari menjauh dari tempat yang mempertemukan mereka secara tidak sengaja itu. Melihat Wafi yang berlari, Yanti pun tak tinggal diam. Dia segera mengejar Wafi dengan sekuat tenaga. Dan Fanta yang seolah merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Yanti, tanpa memberitahukannya sebelumnya. Fanta pun ikut dengan cepat menyusul Yanti yang hampir tak terlihat dari kedua bola matanya. Nam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN