Bu Dinar yang kala itu merasakan perutnya melilit tak karuan. Bahkan dia yang baru saja keluar dari kamar mandinya itu melihat darah keluar tanpa disengaja. Bu Dinar pun seketika tercengang dengan apa yang dilihatnya itu. Rois yang sedang asyik menikmati jamuan acara di televisi sembari menyantap beberapa cemilan itu, nampak sangat serius dengan apa yang dilihatnya. Bu Dinar memanggil-manggil suaminya dengan begitu keras. Dia merasa bahwa tak bisa menahan rasa sakit yang semakin menguras emosinya. Tangisan pun tak bisa dihindarkan. Perutnya melilit, lebih sakit daripada biasanya. “Mas... toloooong.” Bu Dinar terus saja merintih dan berteriak meminta pertolongan. Sembari dirinya berusaha untuk keluar kamar dengan menyeret tubuhnya sendiri penuh perjuangan. Tak lama, Rois pun melihat so

